Minggu, 23 Agustus 2009

Re-post note: Sekedar Ungkapan Isi Hati

“Dia hebat yah. Kayanya kalau kita mah jauh banget yah dari orang kaya gitu. Ngga nyampe deh”

Sosok seorang figur atau teladan yang hebat, terkadang, atau bahkan cukup sering, membuat kita yang notabene menganggap dirinya biasa saja menjadi minder. Sedikit berbeda dengan tokoh-tokoh yang telah tercatat dalam sejarah, figur yang saya maksudkan di sini adalah seseorang yang tidak jauh berbeda dari kita dalam hal usia dan keberadaannya cukup dekat dengan kita, walaupun mungkin kita tidak terlalu mengenalnya. Bisa senior, teman seangkatan di kampus, sesama alumni dari SMA, atau bisa siapa saja.

Sebagai makhluk yang selalu ingin menjadi sempurna, manusia memang seringkali membandingkan dirinya dengan orang lain. Semakin dekat jaraknya dengan kita, semakin mudah kita membandingkannya. Namun, memang ada beberapa orang yang prestasinya (apapun bidangnya) terbilang sangat tinggi dan menonjol. Ketika melihat keadaan seperti ini, kita biasanya hanya berkomentar dan menganggap bahwa kita tidak dapat menjadi sepertinya.

Kenapa saya bisa berpendapat seperti itu?

Buktinya, kalimat yang saya tulis di awal notes ini cukup sering saya dengar di kampus belakangan ini. Mungkin formatnya tidak melulu sama dengan yang saya tulis, tapi intinya yah sama saja. Banyak orang, atau mungkin hanya perasaan saya saja, terkadang menilai orang terlalu berlebihan dan menjadikan dirinya pesimis akan kemampuan dirinya.

“Dia mah hebat. Gwa apa sih bisanya?”

Pikiran-pikiran inilah yang nantinya akan mematikan potensi yang ada di diri kita. Bagaimana tidak? Kita sudah menjustifikasi diri kita sebagai “orang gagal”, padahal ketika tidak ada lagi orang yang berada di sisi kita, hanya diri kita sendirilah yang memegan kontrol penuh atas diri kita, di samping Tuhan.

Menilai orang dengan kebaikan tidak salah, justru bagus. Yang menjadi catatan di sini adalah rasa pesimis, minder, iri, atau penyakit hati lainnya yang harus kita singkirkan jauh-jauh. Suatu tindakan seringkali terealisasikan dari kata-kata. Jadi, hey BUNG! Jangan menganggap dirimu itu lebih rendah dari orang lain dan tidak mampu menyainginya. Kita pasti memiliki kelebihan yang mungkin orang lain tidak punya. Kita harus kembangkan itu! Jika memang belum tahu, cari tahulah. Jika sudah, ayo kembangkan.

Setiap manusia diciptakan Tuhan dengan keunikan masing-masing. Memang sering terlihat seseorang lebih menonjol dari yang lainnya. Tapi bukan berarti yang lainnya itu tidak memiliki potensi. Semua orang pasti memiliki kelebihannya masing-masing. SIAPAPUN. Walaupun seringkali seseorang tidak mengetahui kelebihan apa yang dia miliki.

Ada hal menarik yang bisa diambil dari kisah Doraemon. Anda tahu Nobita? Iyap, dia adalah seorang siswa SD yang sangat bodoh sehingga seringkali mendapatkan angka “0” pada hasil ujiannya. Jika dilihat secara sepintas, dia memang bukan siapa-siapa. Banyak sekali hal negatif yang ada pada dirinya. Pemalas, bodoh, mau menang sendiri, tidak teliti, dan masih serentetan hal buruk lainnya. Pun, ketika sudah dipinjamkan alat Doraemon, Nobita seringkali ceroboh dan tidak awas sehingga ceritanya berujung dengan kesialan Nobita. Tapi coba kita perhatikan kembali.

Apakah dia memang benar-benar tidak memiliki kelebihan? Jika anda berpikir seperti itu, anda salah. Bagi anda yang merupakan penggemar Doraemon, akan tampak Nobita memiliki beberapa kelebihan (yang saya tahu, karena saya pun tidak terlalu mengikuti cerita Doraemon). Dia jago menembak, main karet, dan peduli terhadap lingkungan.Yap! Ada kelebihan yang terdapat pada dirinya, walaupun bagi sebagian besar orang itu adalah hal yang sepele. Tapi bukan berarti itu TIDAK ADA. Memang sayangnya Nobita tidak mengembangkan potensinya karena mungkin, seperti yang saya sebutkan tadi, dia BODOH. Nah, apakah kita sebodoh Nobita? Pasti tidak kan? Optimislah! Pasti ada suatu kelebihan pada diri kita yang kita miliiki. Kita hanya perlu mengembangkan itu.

Yang terakhir, ada sebuah quotes menarik yang saya kutip dari sebuah komik, Imadoki, yang juga saya cantumkan di profile facebook saya.

“Sakura adalah sakura, azalea adalah azalea, mereka semua tampak cantik karena berbeda. Manusia juga sama seperti bunga, tak perlu tampak sama. Setiap orang harus berusaha untuk mekar & menampakkan keindahan sendiri-sendiri. “
(Yamazaki Tanpopo-Imadoki)

Suatu perkataan yang membuka pikiran saya. Untuk menjadi hebat, kita tidak perlu menjadi sama dengan orang lain. Setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk menjadi hebat. Kembangkan potensimu dan jadilah dirimu sendiri!

Tidak ada yang salah ketika kita menjadikan seorang figur untuk dijadikan teladan. Yang salah adalah ketika kita pesimis pada diri kita sendiri. Karena yakinlah, pasti ada suatu kebaikan yang kita miliki untuk bisa dikembangkan!

Semangat!!!



Nb: Jadi kaya curhat gini. Haha. Lagi iseng ngga ada kerjaan nih. Tolong kasih masukannya yah.

2 komentar:

  1. SETUJU kak atha!! semua orang punya potensi masing2.tinggal dikembangin aja. sip lah.

    BalasHapus
  2. sip! kita itu unik, dan hargailah keunikan itu.

    BalasHapus