Minggu, 23 Agustus 2009

Re-post note: Bedanya Wali sama D'masiv

Bismillaah.


Setelah lama ngga berkecimpung di dunia per-notes-an di fb, gwa kembali mau mencoba menulis lagi. Mungkin ngga begitu penting, tapi entah kenapa sejak tadi gwa memikirkan hal ini. Dan keliatannya amat sangat bagus apabila pemikiran ini gwa share ke kalian gwa rasa. hha.

Sebelumnya gwa sampaikan, kita perhatikan dulu yuk lirik kedua lagu ini.


Lirik lagu: Cari Jodoh
Lagu: Wali Band
————————-
Apa salahku Apa salah ibuku
Hidupku dirundung pilu
Tak ada yang mau dan menginginkan aku
Tuk jadi pengobat pilu
Tuk jadi penawar rindu
Tuk jadi kekasih hatiku

Timur Ke Barat
Selatan ke utara
Tak juga aku berjumpa
Dari musim duren hingga musim rambutan
Tak kunjung aku dapatkan
Tak jua aku aku temukan
Oh tuhan inikah cobaan

Reff
Ibu-ibu bapak-bapak
Siapa yang punya anak
Bilang aku
aku yang tengah malu
Sama teman-temanku
karena cuma diriku yang tak laku-laku

Pengumuman-Pengumuman
Siapa yang mau bantu
Tolong aku kasiani aku
Tolong cari diriku kekasih hatiku
Siapa yang mau


Lirik lagu: Jangan Menyerah
Lagu: D'Masiv
————————-
Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Reff 1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus asa

-------

Apakah perbedaan kedua lirik lagu dari dua band yang berbeda tersebut?

D'Masiv menggunakan pendekatan "Positive Psychology" atau bahkan "Appreciative Inquiry" dalam menghadapi suatu permasalahan, berbeda dengan Wali yang lebih memilih pendekatan "negatif" yang hanya terfokus pada masalah, masalah, dan masalah. Bahkan Wali tidak mencoba mengambil sisi positif dari suatu kejadian, yang jelas diambil oleh D'Masiv.

Kita dapat lihat salah satu perbedaannya dari sini.

Wali:
"Apa salahku Apa salah ibuku
Hidupku dirundung pilu
Tak ada yang mau dan menginginkan aku"

D'Masiv:
"Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi"

atau bahkan dari sini.

Wali:
"Ibu-ibu bapak-bapak
Siapa yang punya anak
Bilang aku
aku yang tengah malu
Sama teman-temanku
karena cuma diriku yang tak laku-laku"

D'Masiv:
"Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik"

-----

Alangkah baiknya apabila kita dapat seperti D'Masiv yang mencoba mengambil sisi positif dari setiap kejadian dan berusaha terus maju dengan kelebihan yang dia miliki. Janganlah kita seperti Wali yang selalu menyalahkan keadaan, tampak pasrah, bahkan lebih mengandalkan orang lain dalam menyelesaikan masalahnya.

Hidup D'Masiv!!


Wallahu'alam bishshawab.

haha. Just 4 Fun.

4 komentar:

  1. wah atha.. ternyata anak psikologi mikirnya sampe sejauh ini..

    BalasHapus
  2. itu kebetulan aja kali fin. entah kenapa gwa jadi mikir gitu gara-gara sering denger tuh dua lagu aja. hhe.

    BalasHapus
  3. ada2aja lw tha...
    tp emang bener sih..
    haha

    BalasHapus
  4. kak, aku jg ada postingan ttg lagu..tapi aneh
    http://fighter-of-dreams.blogspot.com/search?updated-max=2010-01-24T09%3A58%3A00%2B07%3A00

    hahaha

    BalasHapus