Renungan Jum'at
Sekedar renungan nih, boleh copas dari status FB ustdaz kenalan saya. :)
Katanya ma'mum itu mengikuti imam, tapi kenyataannya imamlah yang bagaimana ma'mum. Ketika imam ingin membaca bacaan yang panjang, ia dibatasi oleh ma'mum yang sakit, yang tua, yang lemah, sehingga imam pun harus menyesuaikan dengan ma'mum. Dan jika imam bacaannya pendek-pendek sementara ma'mumnya para huffadz, maka siap-siaplah posisinya digeser.
Begitu pula dalam bermasyarakat, rakyat memang harus mengikuti pemimpin, tapi bagaimananya pemimpin itu tergantung bagaimana rakyat. Jika pemimpin dzolim sementara rakyatnya adalah orang-oranmg yang adil, maka dia akan dihukum oleh rakyatnya, minimalnya hukuman sosial, dan rakyat akan memilih pemimpin yang adil. Jika pemimpin adil di tengah masyarakat yang bebal, dia pun akan terpental.
Tidaklah mungkin segerombolan perampok akan dipimpin oleh seorang ahli tasawuf yang shalih. Sebagaimana sekumpulan orang shalih tak mungkin mengangkat pemimpin yang fasiq. Pernahkah anda melihat sekawanan kuda zebra dipimpin seekor singa? Atau sekawanan singa dipimpin oleh seekor rusa.

Jika kita saksikan para pemimpin kita korupsi, maka hendaknya kita sebagai rakyat berintrospeksi diri. Seorang koruptor hanya akan bisa memimpin para koruptor. Jadi jangan-jangan kitalah yang korup???!!!
Hayooo ngaku, siapa yang tidak pernah nyogok polisi di jalan pas kena tilang? Siapa yang tidak pernah memberi uang pelicin kepada petugas kelurahan ketika mengurus KTP & surat-surat lainnya.? Siapa yang tidak pernah membuat SIM nembak atau berpelicin? Siapa yang tidak pernah entertain pejabat untuk menggoalkan tender? Siapa yang tidak pernah........... Tapi itulah realita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar