Suatu hari dalam sebuah rapat, saat itu saya masih menjadi mahasiswa tingkat pertama.
Saya: “Kalau bentuk evaluasi dari mahasiswa terhadap kinerja presiden berbentuk sebuah aksi, bukankah akan terkesan bahwa presiden dan wakil presiden terpilih PASTI gagal dalam menjalankan pemerintahan dengan baik yah dalam seratus hari ke depan?”
Seorang senior: “Memang pasti gagal. Melihat kenyataannya sebelum-sebelumnya yah memang seperti itu.”
Saya: Siiiiiiiiiiiiiiiiiinggggggggggggg…
Mahasiswa pesimis terhadap pemerintah. Pemerintah tidak peduli lagi terhadap apa yang disuarakan mahasiswa. Memangnya pergerakan mahasiswa harus bersifat oposisi dan tidak percaya kepada pemerintahan ya? Kalau begitu, wajarlah kenapa juga banyak teman-teman mahasiswa lain yang pesimis terhadap pergerakan mahasiswa saat ini.
emang, brapa persen pesan yang tersampaikan jika kita menyuarakannya melalui aksi?
BalasHapusidealnya memang ada beberapa aspek dulu yang perlu diliat sebelum memutuskan perlu adanya aksi atau engga, tapi ini subjektif gua aja sih.
BalasHapuspertama, mengenai isu atau masalah yang sudah dibahas. sudah seberapa jauh informasi yang sudah didapat, seberapa komprehensif kajian yang sudah dilakukan. dengan hal-hal kaya gitu, tentu alasan-alasan yang dikemukakan saat aksi bisa lebih valid dan ngga sekedar persepsi aja.
selain itu, isu yang diangkat itu sendiri juga menentukan tersampaikan atau tidaknya pesan dari suatu aksi. tentu akan ada beberapa masalah yang memang lebih menjadi sorotan pemerintah dibanding yang lainnya.
kedua, mengenai aksi itu tersendiri. bagaimana dapat membangun sebuah aksi yang massif sehingga mendapat sorotan media. kalau minim persiapan dan jumlahnya tidak banyak, ya pasti hasilnya beda dengan ketika jumlahnya banyak. salah satu bentuk tekanan yang paling efektif kan ya dengan meningkatkan jumlah.
nah, hal-hal kaya gitu yang (menurut gua) mempengaruhi keefektifan dari sebuah aksi.
udah deh, ngga mau ngomong lebih jauh. entar makin banyak sok tau-nya gua nih.
(ngga menjawab pertanyaan ya dix?)
kalau mengandalkan media sih sama aja kaya gue tiba2 nulis di kolom pendapat pembaca. ya ga sih?
BalasHapusmasud gue, klo ga konsisten nyorot suatu masalah ya percuma :)
*ini sepertinya agak melenceng dr tulisan lo ya tha.. so sorri loooooh :D
santai kali dix. justru komentar-komentar yang kaya lu gini yang dibutuhin. haha.
BalasHapusdalam beberapa artian iya. tapi kalau dibandingin, tentu aksi+sorotan media efeknya juga akan dobel. :)
kalo aksinya cuman sekali kan sama aja boong tha. sekarang aja, kasus2 yang dulu di-aksi-in kayaknya udah kalah pamornya dibandingin kasus si porno itu..
BalasHapustapi bukan berarti gue mendukung gerakan-aksi-yg-berjuta-kali loh. ehehehehe