Selasa, 15 September 2009

Re-post note: KRL, tempat sejuta cerita

Bismillaah.

Hanya ingin bercerita sedikit mengenai pengalaman yang baru saya alami sore tadi.

Bukan pengalaman luar biasa sebenarnya, malah mungkin sudah banyak teman yang mengalami hal semacam ini.

Yap, sore tadi, saat berada di dalam KRL, TAS SAYA DISILET ORANG!!


Wow kk wow. Saya amat sangat tidak menyangka kejadian ini bisa terjadi. Gimana engga? Lagi bulan puasa gini ternyata masih ada aja orang yang mau ngambil hak orang lain tanpa izin gitu. Apa mungkin dia lagi ngumpulin dana buat mudik kali ya? Hmm, bisa-bisa aja sih.

Saat di kereta memang saya tidak dapat menggunakan kedua tangan saya untuk menjaga tas yang sudah saya posisikan ada di depan saya. Saya hanya menggunakan satu tangan untuk mejaga tas saya, dan itupun bukan bagian bawahnya. Dan ini semua gara-gara tangan saya yang satunya lagi memegang ini:

GARA-GARA INI!


Memang ahli bukan main itu si tukang silet. Saya tidak menyadari bahwa tas saya disilet saat di dalam kereta yang sedang berjalan. Saat itu, memang si pelaku (orang yang saya curigai) agak sering mendempet saya beberapa kali. Sekitar arah jam 1 atau jam 2 saya. Tapi saya tidak terlalu berpikir banyak, apalagi saat itu kondisi di dalam kereta sedang cukup ramai. Tambahan pula, si pelaku ini bergaya mahasiswa angkatan tua (kacamata, baju berkerah, nenteng ransel di depan juga, plus keringetan). Jadi saya ngga terlalu waspada saat itu. Paling hanya mengganti posisi berdiri beberapa kali saja.

Begitu sampai di stasiun cawang dan turun dari kereta, saya masih belum menyadarinya. Namun pas ngeliat tas saya, ko agak aneh ya. Kunci kostan saya nongol sedikit dari bagian bawah tas.

APA? TAS GUE DISILET DI KERETA DAN GUE BARU SADAR PAS TURUN DARI KERETA? ARGH!

Tapi alhamdulillah, saya masih diberikan kesempatan untuk merasakan nikmatnya memiliki dompet dan handphone saya sekarang. Tidak ada barang yang hilang dari tas saya. (sepertinya). Memang saat di kereta dompet dan handphone tidak saya taruh begitu saja di dalam tas, melainkan ada di tempat rahasia. hehe.

Dari situ, saya mengambil beberapa kesimpulan/pelajaran:
1. Gunakan kedua tangan anda untuk menjaga tas yang sedang anda tenteng
2. Jangan bawa buku berat-berat di luar tas (dipegang), bikin riweuh soalnya
3. Jangan menilai orang dari penampilan luarnya
4. Masukan barang berharga ke dalam bagian tas yang tidak mudah untuk disilet dan dirogoh dari bawah
5. Baca doa sebelum naik kereta (sering lupa banget nih!), minimal basmalah
6. Ngga semua orang terpengaruh sama suasana Ramadhan
7. Kejahatan tidak hanya terjadi saat ada niat dari si pelaku, namun juga kesempatan.
(loh kaya bang napi?)
8. dll.

Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah memberikanku pengalaman 'tidak menyenangkan' yang masih dapat kujadikan sebagai suatu pembelajaran.

Hati-hati ya teman kalau sedang berpergian, terutama saat menaiki KRL.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar